Nama : Yunius Sape
NIM :
2011145074s
Tugas : Ekonomi Pariwisata
PERTANYAAN :
1.
Terdapat
2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara
Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara
Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang
melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000.
Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali
berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali
berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga)
kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang
menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan
alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?
2.
Sebutkan
apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?
3.
Berikan contoh dari
produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni
dan tidak elastis. Berikan
alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut ?
JAWAB
:
1.
Penghitungan Kecenderungan
Perjalanan Negara Astina
Negara Astina Penduduknya Berjumlah
: 14.500.000
|
Number of Tourist (N)
(orang)
|
Frequency
(F)
|
Trip (T)
(perjalanan)
|
|
1.150.000
|
1 Kali
|
1.150.000
|
|
475.000
|
2 Kali
|
950.000
|
|
185.000
|
3 Kali
|
555.000
|
|
Total : 1.810.000
|
|
Total : 2.655.000
|
Keterangan = N : Jumlah orang yang melakukan
perjalanan
F : Frekuensi perjalanan
yang dilakukan
T : Jumlah perjalanan
yang dilakukan
Ini
berarti bahwa :
N
: 1.810.000
T
: 2.655.000
P
: 14.500.000
Berdasarkan penghitungan Kecenderungan Perjalanan Bersih dapat diketahui :
NTP = N x 100%
P
NTP = 1.810.000
x 100%
14.500.000
= 12,4%
Berdasarkan penghitungan Kecenderungan Perjalanan Kotor dapat diketahui :
GTP = T x 100%
P
GTP = 2.655.000 x
100%
14.500.000
= 18,3 %
Akhirnya dapat kita
ketahui Frekuensi Perjalanan yaitu sebesar :
TF = T
N
= 2.655.000
1.810.000
= 1,46 Kali
Negara Amarta Penduduknya Berjumlah : 9.700.000
|
Number of Tourist (N)
( orang)
|
Number of Tourist (N)
|
Trip (T)
(perjalanan)
|
|
675.000
|
1
kali
|
675.000
|
|
355.000
|
2
kali
|
710.000
|
|
193.000
|
3 kali
|
579.000
|
|
Total
: 1.223.000
|
|
Total
:1964.000
|
Keterangan :
N
: 1.223.000
T
: 1.964.000
P : 9.700.000
Berdasarkan penghitungan Kecenderungan Perjalanan Bersih dapat diketahui :
NTP = N x 100%
P
NTP = 1.223.000 x 100%
9.700.000
=
12,6%
Berdasarkan penghitungan Kecenderungan Perjalanan Kotor dapat diketahui :
GTP = T x 100%
P
GTP =1964.000 x
100%
9.700.000
= 20,24 %
Akhirnya dapat kita
ketahui Frekuensi Perjalanan yaitu sebesar :
TF = T
N
= 1.964.000
1.223.000
= 1,60 Kali
Dari hasil perhitungan
diatas maka negara Amartalah yang paling besar dengan perbandingan negara
Astina dan negara Amarta adalah NTP,GTP, TF ( 12,4 / 12,6% ; 18,3 % / 20,24 % ;
1,46 / 1,60 )
2). Sifat
sifat dari kecendrungan perjalanan:
1. bila pendapatan bertambah maka persentase yang
digunakan untuk keperluan pangan
akan menjadi lebih kecil.
2. Bila
pendapatan bertambah maka persentase yang digunakan untuk keperluan sandang
akan tetap sama.
3. Bila
pendapatan bertambah maka persentase yang digunakan untuk keperluan bahan
bakar,penerangan,air dan penyewaan fasilitas hidup adalah tetap sama.
4. Bila
pendapatan bertambah maka prsentase yang digunakan untuk keperluan aneka warna
seperti: rekreasi,pendidikan dan lainnya akan menjadi lebih besar.
Kecendrungan perjalanan
yang tinggi disebabkan oleh:
a. K
Pendapatan penduduk yang besar.
b. Tingkat profesionalisme masyarakat
(Wiraswasta, Direktur, Karyawan tingkat tinggi, dll)
c. Penduduk kota-kota besar.
d. Kelompok usia antara 20-45 tahun.
e. Kelompok keluarga kecil dan keluarga-keluarga
yang memiliki anak-anak usia sekolah.
f. Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi.
Kecenderungan Perjalanan yang Rendah disebabkan
oleh :
a. Pendapatan penduduk yang kecil.
b.
Pekerjaan penduduk seperti Petani, Buruh dan
Pensiunan.
c.
Anak-anak kecil dan orang-orang diatas 75 tahun.
d.
Para penghuni desa yang penduduknya kurang dari
2.000 orang.
e.
Anggota keluarga besar (>5 orang).
3).produck jasa kepariwisataan dalam kondisi:
1.kondisi elastis;
Seorang businessman yang melakukan perjalanan
bisnis sekaligus wisata yang provide oleh perusahaan, ia bekerja mulai dari transportasi,penginapan
makan dan minum.
2.kondisi elastis murni;
Kenaikan harga BBM yang menyebabkan harga
bahan baku lainnya ikut menjadi naik.
Contoh: harga bahan bakar minyak (bbm), jika
harga bbm naik maka secara otomatis harga bahan baku untuk kebutuhan pokok ikut
naik karena sebagian besar bahan pokok didapat dari luar daerah yang mana
dibawa menggunakan kendaraan yang mengunakan bahan bakar minyak.
3.kondisi tidak elastis;
Knaikan harga yang berimbas pada penurunannya
permintaan.
Contoh: para wisatawan yang berwisata
mnggunakan uang pribadi yang telah dianggarkan sebelumnya, namun ketika hari H
tarif yang dibutuhkan melebihi dari yang dimiliki, otomatis wisatawan tersebut
menjari altrnatif yang lebih murah dan meninggalkan wisata yang membutuhkan
biaya besar, alhasil terjadinya penurunan tingkat kunjungan wisat di beberapa
tempat yang bertaraf tinggi untuk biaya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar