Minggu, 27 Oktober 2013

Tugas ekonomi Pariwisata WakaTobi Nama : Yunius Sape NIM : 2011145074



[Enter Post Title Here]


Nama : Yunius Sape
NIM : 2011145074


Ekonomi pariwisata tentang WAKATOBI


JUMLAH WISATAWAN KE WAKATOBI MENINGKAT TAJAM

Jadi  dapat dikatan bahwa meningkatnya  wisatawan yang bekunjung ke Wakatobi,yang awal nya tahun 2010 hanya mencapai 3.000 wisatawan dan mencatatat hanya 10.000 kali kunjungan wisata kemudian meningkat pada tahun 2011 sebesar 100% yaitu sekitar 6.000 wisatawan dan mencatat sikitar 15.000 kunjungan wisata.Peningkatan ini  membawa dampak positif yaitu selain menambah devisa daerah ,Wakatobipun semakin dikenal oleh banyak wisatawan baik asing maupun local.
Hal ini tentunya mendapat perhatian besar dari pemerintah sekitar untuk memberikan dana  sebesar kurang lebih  5 milyar rupiah untuk pengembangan dan membiayai  usaha industry ekonomi kreatif masyarakat  sekita khususnya para  pengrajin  untuk menghasilkan kerajinan-kerajinan yang unik,indah dan   bernilai jual yang tinggi sehingga dapat di pasarkan kepada setiap orang yang berkunjung ke Wakatobi .
Hal ini bertujuan untuk selain menambah penghasilan masyarakat sekitar tetapi juga dapat juga dijadikan sebagai kenang-kenangan setiap wisatawan dan dapat dijadikan cerita indah saat melihat kerajinan tersebut.
Dengan adanya pendanaan yang diberikan oleh pemerintah,maka dapat memotivasi pengrajin untuk lebih berkarya ,lebih giat dalam menghasilkan  kerajinannya sehingga akan timbul ide-ide baru yang kreatif .
Selain sebagai biaya pendanaan para pengrajin pemerintah juga membantu membiayai promosi  ke sejumlah kawasan yang dianggap sebagai kawasan yang jumlah asal wisatawannya kurang,tujuannya adalah agar  Objek Wisata Wakatobi lebih dikenal wisatawan dan akan berkunjung untuk melihat indahnya Wakatobi dan menceritakan kepada orang lain disekitar mereka,dengan seperti itu maka jumlah pengunjungnya akan semakin banyak.
Dengan adanya pendanaan dari pemerintah setempat dapat dikatakan sebagai  bentuk perhatian dan dukungan dari perintah terhadap kemajuan daerah tujuan wisata Wakatobi.hal ini merupakan hal yang patut dicontoh oleh desa,kabupaten dan kota lainnya karena dengan adanya bentuk  dukungan pemerintah dapat membangun desa,kabupaten dan kota tersebut menjadi lebih baik dan juga dapat menambah devisa daerah tersebut.
Kesimpulan 
Dari bacaan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa,adanya peningkatan dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi,maka dengan otomatis jumlah devisa daerahpun menjadi meningkat  dan masyarakat sekitar mendapat penghasilan yang otomatis meningkat pula terutama yang bertemu langsung dengan wisatawan yaitu orang-orang yang membuat kerajinan,makanan tradional,penginapan,transportasi,dan restoran di sekitar objek wisata wakatobi.



WAKATOBI ANDALKAN WISATA SELAM DAN INDUSTRI KREATIF

Wakatobi adalah objek wisata bahari yang sangat indah selain memiliki lautnya yang luas dengan pemandangan indah dalam laut yaitu terumbu karang yang memanjakan mata bagi yang melihatnya, Selain itu ternyata wakatobi juga menyimpan potensi wisata lain yang tak kalah menarik yaitu pengrajin  yang kreatif,inovatif dan smart sehingga menghasilkan cendramata yang unik yang dapat dijadikan sebagai souvenir atau kenang-kengan bagi wisatwan yang pernah berkunjung ke objek wisata Wakatobi.
Meskipun memiliki  keindahan laut  namun belum banyak dikenal oleh banyak orang seehingga para wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi belum begitu banyak.Hal ini mendorong pemerintah setempat melakukan berbagai kegiatan dan strategi baru untuk memperkenalkan daerah tujuan wisata Wakatobi yang dapat menarik wisatawan local maupun wisatawan mancanegara.
Adapun kegiatan pemerintah untuk mendukung proses promosi objek wisata Wakatobi yaitu memperbaiki infrastuktur untuk mendukung kegiatah perhotelan,marina,diving dan juga perhotelan,selain itu pemerintah juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih ramah terhadap wisatawan  yang datang sehingga mereka  merasa senang dan betah selama tinggal di daerah tujuan wisata tersebut,serta  mampu untuk menjadi pemandu wisata agar dapat menjelaskan kepada wisatawan tentang keindahan alam sekitar dan keindahan alam bawah laut,pemerintah juga tidak lupa untuk memberi motivasi kepada pengrajin untuk terus berkarya menghasilkan cendramata yang dapt dibawa oleh wisatwan.
Hal ini merupakan hal yang menunjukan bahwa pemerintah peduli terhadap pengembangan wisata Wakatobi dan berharap masyarakat ikut mendukung program pemerintah sehingga dapat mendatangkan wisatwan yang banyak karena dengan adanya wistawan maka kondisi ekonomi  pariwisata akan semakin berkembang dan bertambah,seperti halnya devisa daerah menjadi meningkat dan masyarakat juga akan ikut merasakan dampaknya mulai dari pembelian cendramata,transportasi,restoran,penginapan yang tidak menutup kemungkinan bahwa wisatawan akan menggunakan fasilitas yang ada dan membayarnya,sehingga uang tersebut tanpa disadari merupakan income bagi masyarakat sekitar,pengusaha,dan pemerintah setempat.

Tugas BEP Chepter V Nama : Yunius Sape



tugas BEP chapter V
  Contoh 1
Fixed Cost suatu toko sepatu : Rp.500.000,-
Variable cost    Rp.10.000 / unit
Harga jual   Rp. 20.000 / unit
Maka BEP per unitnya adalah

 BEP      =       Fixed Cost
                          Harga Jual – Variabel Cost

            BEP     =            Rp.500.000
                                20.000 – 10.000
                        = 50 unit

Artinya perusahaan perlu menjual 50 unit sepasang sepatu agar terjadi break even point. Pada pejualan unit ke 51, maka took itu mulai memperoleh keuntungan.

Contoh BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :

Total Fixed Cost
__________________________________   x  Harga jual / unit
Harga jual per unit - variable cost
Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah
Rp.500.00              x Rp.20.000 = Rp.1.000.000,
20.000 – 10.000



2.      Contoh 2
Sebuah perusahaan yang diberi nama “Usaha Maju” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini :
a.        Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.140juta yaitu terdiri dari :
biaya gaji pegawai + pemilik         = Rp.75,000,000
biaya penyusutan mobil kijang      = Rp. 1,500,000
biaya asuransi kesehatan               = Rp.15,000,000
biaya sewa gedung kantor                        = Rp.18,500,000
biaya sewa pabrik                          = Rp.30,000,000
b.       Biaya variable per unit Rp. 75,000.00 yaitu terdiri dari :
 biaya bahan baku                         = Rp.35,000
 biaya tenaga kerja langsung          = Rp.25,000
 biaya lain                                      = Rp.15,000
c.        Harga Jual per Unit Rp.95,000.
Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun  dalam rupiah :
BEP unit adalah
= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
= Rp.140juta / (Rp.95,000 – Rp.75,000)
= Rp.140juta / Rp.20,000
= 7,000 unit

BEP Rupiah adalah
              Total Fixed Cost                x  Harga jual / unit
              Harga jual per unit - variable cost                                                                           
=Rp.140 juta                        x  Rp. 95.000
   Rp.95.000 – Rp.75.000
= Rp.140 juta   x  Rp. 95.000
    Rp. 20.000
= Rp 665.000.000

Penjelasan perhitungan BEP :
Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol, perusahaan Usaha Maju  harus dapat menghasilkan produk sebanyak 7,000 unit dengan harga Rp.95,000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp.665.000.000